Sabtu, 12 November 2016

Abstraksi Mimpi

Aku terimpit dalam kantuk,
Bersama imaji yang bertekuk lutut.
Seiring pembual yang selalu tertawa,
Mengajak bermimpi didalam sebuah kaca.

Kekosongan yang gelap meraba hati,
Membayangkan raut wajah bidadari.
Muak dengan persepsi duniawi,
Bercumbulah dengan hasrat surgawi.

Alam bawah sadar,
Seperti misteri diluar nalar.
Otak yang mencari artikulasi,
Menggerakan ekspresi dalam abstraknya mimpi.

Jadilah penjelajah,
Membawa tekad mengukir sejarah,
Singgahlah temukan anugrah,
Maka, Titik itu akan terang setelah kau menemukan cerah.

Selasa, 04 Oktober 2016

Ungkapan Sang Pengecut

Ketika rasa berbicara ke dalam sebuah kata,

Ketika raga sulit tuk bergerak menyentuh hadirnya,

Namun, jiwa yang selalu mencoba menyelam ke dalam rasa yang tercipta.

Pahami, ini hanyalah rangkaian kata yang berusaha mencoba menyelinap ke dalam pikiranmu.

Aku berharap kedua pasang bola matamu itu nantinya dapat melihat sebuah rasa, yang mungkin saja hanya akan membuang rekaman-rekaman indah dari sisi penglihatanmu, meskipun kamu tak pernah melihatku.

Dan aku berharap senyummu itu nantinya dapat menghargai ada dan tiadanya sebuah rasa, yang mungkin saja hanya akan melukai setiap arti dari manisnya senyumanmu itu sendiri, meskipun kamu tak pernah tersenyum kepadaku.

Namun sepertinya aku tak mungkin layak dihargai dengan kedua itu.

Karena aku bagaikan seorang pengecut yang selalu bersembunyi dibalik sebuah tembok besar yang bertuliskan "akulah pengagummu" serta kata kata puitis lainnya yang menurutmu hanyalah sebuah pujian belaka yang membuat setiap wanita akan luluh hatinya, bahkan nampaknya tidak.

Maaf, sudah menjadi hantu untuk merasuki dan membuat kacau pikiranmu,

Sekarang sejuta permintaan maaf akan aku sampaikan, atas sebuah ungkapan yang menurutmu hanya akan memalukan dirimu saja dan mungkin hanya mengotori setiap warna dari indahnya arti perjalanan hidupmu.

Aku hanya ingin Tuhan tau, lalu membalas hambanya dengan sebuah kebaikan,

Agar aku bisa menyentuh karya indah ciptaan Tuhan, kamu.

Senin, 19 September 2016

Fase

Pertemuan hanya akan melahirkan perpisahan,

Seperti layaknya hidup yang selalu menyadari kematian.

Seperti nyawa yang selalu membayangi ajal.

Mungkin tak usah ada tangis jikalau mati lebih sakit dari fase perpisahan,

Lantas semua didatangkan dengan sakit perjuangan seorang ibu yang melahirkan tangisan kecil saat kamu dihadirkan ke bumi.

Saat tumbuh, setiap manusia menuliskan berbagai macam tutur kata dan mendramatisir sebuah keadaan.

Maka berdirilah layaknya sebatang bambu yang kemudian hari akan kering dan retak.

Seperti meratapi umur diatas sebuah kalender yang kamu jadikan sebuah alas untuk tidur.

Yakinlah, bahwa hari ini tak seperti hari yang kemarin,

Lembaran ini bukan seperti lembaran yang lalu,

Ingatan ini bukan seperti benak yang membelenggu.

Biarkanlah semuanya mekar lalu berseri-seri dengan sebuah beda yang nampaknya indah itu.

Biarkanlah semuanya bersinar lalu berkilau memeluk hangat haus pujian itu.

Biarkanlah semuanya tumbuh lalu rangkailah sebuah tutur kata yang selalu ku tunggu itu.

Minggu, 11 September 2016

Pasang Surut

Wahai genangan air yang selalu menampung kehidupan.
Tebarkanlah kebaikan alam semesta.
Ciptakanlah kedamaian sejuk kan jiwa.
Biarkan setiap akar melepaskan dahaga surya.

Bersama sekelompok makhluk penghirup air.
Yang hidup mengandalkan gelombang air.
Yang takut akan ancaman para jerat.
Manusia tiada mengerti akan tangis didalam kehidupan air.

Ketika malam tiba,
Seluruh biota seperti meronta.
Karena tegar dalam sebuah fase hidupnya.
Itulah pasang surut kehidupan yang seharusnya manusia sadari.

Ombak perlahan menghampiri.
Lalu surut seakan mengajak untuk tidak selamanya menepi.
Seiring butiran pasir yang bersembunyi disela jari kaki.
Tampaknya ingin berdansa merayu hasrat duniawi.

Selasa, 02 Agustus 2016

Surya Bercerita

Semua terasa begitu sabar, saat menunggu datangnya sebuah kabar.

Kehangatan itu terpancar kala merona raut senyum sang fajar.

Sang surya seakan menarik perhatian makhluk karbondioksida, agar semua terpesona oleh keindahan rindangnya.

Kicauan burung menghidupkan sunyi pagi yang tak bermelodi.

Sosok patung tak berhati seolah memaksa mengucap selamat pagi.

Secangkir Kopi yang identik dengan kehangatan mentari, selalu mensiasati hari dengan percaya diri.

Selasa, 19 Juli 2016

Selalu Menjadi Jeda

Di ujung sana, terlihat seorang gadis dengan aura dilema,
menatapku dengan sorot yang penuh tanya.
Malu yang menganggu menjadi jeda,
namun keyakinan selalu memaksa untuk jaga pandangannya.

Aku terkurung dalam jeruji kemunafikan,
mengunci mulut tanpa membebaskan raga, terpasung untuk melangkah menuju keterpikatan,
namun tetap saja malu menjadi jeda.

Ragu menjadi sekantung belenggu,
berani tak lagi kuatkan percaya diri, berkaca lah pada genangan air saat cermin mengkhianati.

Saat terbuai asmara seperti tenggelam dalam sejuta aksara, pikir sebuah perkara agak tidak terombang-ambing sengsara.

Jumat, 01 Juli 2016

Hujan di Sore itu

Sore bersama rinai hujan.
Tiada henti menghujam bumi.
Rintik-rintik yang penuh tanya.
Hembusan mengundang hampa.

Suasana sendu terbawa.
Terdiam dalam dentuman.
Seperti nada yang tak teratur.
Lalu lara dalam lamunan.

Teka-teki perlahan menghampiri. Seiring gundah yang tiada arti.
Lalu jera dalam sebuah janji.

Sore itu, bersama jutaan tetes air yang berjatuhan dari langit.
Lalu awan yang memaksa kehendak untuk terkejut akan kilatnya.

Sebab, langit selalu merindukan pelukan sang pelangi, tapi daun gugur tetap saja meratapi kelayuannya.

Selasa, 28 Juni 2016

Khayal Dalam Keheningan

Terdiam dalam sunyi yang tenang.
Semilir angin menghantar kesejukan.
Bintang memanjakan sebuah khayalan.
Lalu aku tergiur pada jutaan gemerlapnya.

Terlena dalam kelabu yang merdunya menyelimuti alunan syahdu.

Seiring harapan yang menggebu-gebu seakan menjadi fakta yang menipu.

Aku hanya termenung diatas pancaran sinar rembulan yang menyinari setiap pijakan kaki yang kian terkikis oleh debu.

Lalu, berkhayal menyalakan sebuah lilin ditengah-tengah gulitanya keheningan malam.

Jika engkau terjebak dalam kelam,  janganlah tersesat dalam gelapnya,
Maka ciptakanlah tumpukan api lalu berlarilah sejauh mata memandang terang itu.

Kamis, 23 Juni 2016

Rasanya Sebuah Rasa

Rasa adalah senyawa yang selalu hadir dikehidupan kita untuk menuntun dan membuka mata kita agar bisa mengenal pahit dan manisnya dunia.

Maka hiduplah seperti lidah yang bisa membedakan pahit dan manisnya sebuah rasa.

Tak selalu yang manis itu dapat menstimulasikan perasaan indah dan bahagia.

Bahkan, tak selalu jenis obat yang pahit itu dapat menyembuhkan sesuatu yang sakit.

Sebab, selalu ada kepahitan dalam sebuah manisnya perjalanan hidup seseorang.

Bisa saja murninya kebahagiaan itu berubah seperti layaknya kamu menenggelamkan sebutir gula kedalam segelas air! Maka larutlah kebahagiaan yang semestinya kekal.

Seperti melukis manisnya angkasa dengan pena lalu tenggelam dalam pahitnya tinta.

Kamu seakan-akan terbius oleh wanginya perjalanan manis hidupmu, lalu kelak kamu menyadari pahit itu ketika tertusuk sebuah duri mawar yang padahal aromanya semerbak harum manis perjalanan hidupmu.

Minggu, 19 Juni 2016

Pepatah Karmalogiku #3

#Karmalogi #Karma #PepatahKarma3

21. Bahagialah, Tertawalah dan Bersenang-senanglah bersama orang yang kamu puja, Sesungguhnya Penyesalan selalu kekal mengiringi langkahmu.

22. Saat Kamu sudah membuat Derita, kelak kamu akan menjadi sebuah Berita yang menceritakan Derita tuk dirimu sendiri.

23. Bangunlah sebuah keharmonisan seperti layaknya seorang arsitektur dengan konsep dan kerja keras.
Namun suatu saat nanti Bencana alampun kan meruntuhkan keharmonisan itu!!!

24. Sebelum Kamu Menyia-nyiakan orang yang sayang sama kamu, kamu harus tau dahulu arti dari 'Penyesalan' Menurut teori dari Zaman Nabi Adam sampai Zaman Yunani Kuno!!!

25. Ingat, Kamu saat ini hanya bahagia dengan kepalsuan semata!
Karena kamu sedang bahagia bersama sebuah Boneka yang nantinya pasti akan kamu buang bahkan kamu bakar!

26. Karma tau mana kisah yang nyata dan mana kisah yang drama!!!

27. Begitu Mudah untuk mengatakan ''Terima saja apapun yang sudah terjadi''
Baik, Terima saja nanti apapun yang akan terjadi!!!

28. Kamu pasti tau rasanya sakit hati itu gimana tapi Kamu gak tau rasanya karma itu gimana? Simple!!!

29. Karma selalu membiarkan target sasarannya untuk bertingkah dan bergaya semaunya.

30. Tak Perlu lagi kamu prihatin terhadap orang yang sudah kamu sakiti hatinya!
Kelak, kamupun akan merasakan sakit hati yang sama sepertinya,
dan orang yang pernah kamu sakiti itu tak akan pernah sedikitpun merasa prihatin terhadapmu!
Karena Karma tlah menghasutnya.


Pepatah Karmalogiku #2

#Karmalogi #Karma #PepatahKarma2

11. Teringat akan langkah penuh kemunafikan, dan terkikis pahit kenikmatan kebahagiaan palsu.

12. Balas Dendam terhadap orang yang sudah menyakitimu, hanya akan menyakiti perasaanmu sendiri.

13. Pejamkanlah kedua mata dan rasakanlah walaupun hanya kegelapan yang kamu rasa, lalu tersenyumlah bahwa kamu masih memiliki terang di jiwa.

14.Janganlah bersembunyi di belakang sebuah perisai saat kamu sebelumnya melemparkan sebuah bumerang.

15. Suatu saat kamu akan mengadakan sebuah panggung pertunjukan yang memalukan, dan penontonnya hanyalah orang yang menunggu kapan pertunjukan itu akan di mulai.
'Sungguh Memalukan'

16.kelak kamu akan merasakan apa yang dia rasakan dan Kelak Dia akan merasakan apa yang kamu rasakan.

17.Saat Kamu Meneteskan Tangis dan meratapi penyesalan, disitu pula kamu semakin tenggelam didalam kegelapan yang penuh dengan rintihan dan sesak.

18. Layaknya Kerang yang akan selalu Hanyut bersama nyiur ombak, meskipun dia selalu menyembunyikan berlian didalam cangkangnya.

19. Penyesalan itu datangnya tidak dijemput, pulangnya juga tidak diantar, Penyesalan Bisa menghantui kapan saja.

20. Tak Perlu memberi Selembar Peta dan Kompas, Karena Karma tau arah dan Tujuan yang akan dilaluinya.

21. Setiap Nada dan Alunan merdu Yang Kamu Dengar Seolah Merusak Indra Pendengaran dan begitupula kamu tak akan dapat mendengar kabar dimana hari pembalasan itu tiba