Selasa, 19 Juli 2016

Selalu Menjadi Jeda

Di ujung sana, terlihat seorang gadis dengan aura dilema,
menatapku dengan sorot yang penuh tanya.
Malu yang menganggu menjadi jeda,
namun keyakinan selalu memaksa untuk jaga pandangannya.

Aku terkurung dalam jeruji kemunafikan,
mengunci mulut tanpa membebaskan raga, terpasung untuk melangkah menuju keterpikatan,
namun tetap saja malu menjadi jeda.

Ragu menjadi sekantung belenggu,
berani tak lagi kuatkan percaya diri, berkaca lah pada genangan air saat cermin mengkhianati.

Saat terbuai asmara seperti tenggelam dalam sejuta aksara, pikir sebuah perkara agak tidak terombang-ambing sengsara.

Jumat, 01 Juli 2016

Hujan di Sore itu

Sore bersama rinai hujan.
Tiada henti menghujam bumi.
Rintik-rintik yang penuh tanya.
Hembusan mengundang hampa.

Suasana sendu terbawa.
Terdiam dalam dentuman.
Seperti nada yang tak teratur.
Lalu lara dalam lamunan.

Teka-teki perlahan menghampiri. Seiring gundah yang tiada arti.
Lalu jera dalam sebuah janji.

Sore itu, bersama jutaan tetes air yang berjatuhan dari langit.
Lalu awan yang memaksa kehendak untuk terkejut akan kilatnya.

Sebab, langit selalu merindukan pelukan sang pelangi, tapi daun gugur tetap saja meratapi kelayuannya.