Jumat, 12 Mei 2017

Sirkulasi

Detik memang selalu berputar sebagaimana mestinya, walaupun waktu sudah memisahkan ruang kita.

Masa lalu bukan sebuah bahan perdebatan untuk kekuatan kita dimasa depan, meskipun selalu terbenak menjadi sebuah bukti yang nyata.

Memang kita pernah terikat didalam secangkir kopi yang hangat, sampai terbawa suasana dan habis sudah kopi itu terlumat.

Saat ini aku ibarat satu-satunya bunga yang bertahan hidup diladang yang kering dan berharap ribuan air hujan itu hanya berjatuhan menimpa bunga-bunga yang mati.

Sementara kamu selalu sibuk menciptakan dunia baru dengan segala macam serba-serbi.

Tanpa kamu sadari, kamu selalu lalu lalang di Istana tua yang sampai saat ini aku kokohkan.

Kamu seperti tamu yang tak tahu etika.

Kamu seperti tuan raja yang mendalangi tutur kata.

Jangan datangi aku saat aku bertahan hidup ditengah ladang yang kering,

Jangan pernah sedikitpun linangkan setetes air mata hanya untuk membangunkan aura saat semua telah gugur dan layu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar